Gundul gundul pacul cul gelelengan Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan Berikut ini adalah not angka lagu daerah yang berjudul gundul gundul pacul yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Not angkanya dapat dimainkan pada seruling, piano dan pianika. Namun dalam lagu Sluku-sluku Bathok, konon Sunan Kalijaga tetap memasukkan nilai agama. Hal ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga agar lagu tersebut bisa lebih mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, agar lebih mudah untuk menghapalnya serta bertahan lama. Gundul-Gundul Pacul. Gundul gundul pacul cul gembelengan Lagu Gundul-Gundul Pacul Cul, artinya jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu mengakibatkan; Gembelengan, artinya congkak atau sombong; Nyunggi- GUNDUL-GUNDUL PACUL Makna dari lagu tersebut adalah menggambarkan Gundul gundul pacul-cul, binatang menthok yang mempunyai sifat pemalas, seperti gembelengan yang digambarkan pada lirik lagu “Bokya aja ndheprok, Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan ana kandhang wae (Jangan hanya diam dan duduk, di Wakul ngglimpang kandang saja). Salah satu tembang dolanan yang masyhur di Pulau Jawa adalah tembang gundul-gundul pacul. Tembang gundul-gundul pacul merupakan lagu khas daerah Jawa Tengah yang sering dinyanyikan oleh anak-anak. Konon tembang gundul-gundul pacul diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada tahun 1400-an (Hermawan, 2016). Tiap angka menunjuk nada yang tertentu, oleh karenanya hingga kini tetap dipergunakan baik untuk lagu-lagu tembang maupun lagu-lagu gendhing, di Provinsi JawaTengah maupun Provinsi DIY. 2. Sistem notasi Dewantoro yang dalam bahasa Jawa disebut “titi laras Sariswara” adalah ciptaan Ki Hajar Dewantara pada tahun 1928 di Yogyakarta. .

not angka lagu gundul gundul pacul cul